,

    450 Pendamping Kotaku Jawa Tengah mengikuti Penguatan Kapasitas secara Serentak



    Peningkatan Kapasitas Kotaku Jateng
    Peningkatan Kapasitas Kotaku Jateng
    Sebanyak 450 orang pendamping program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) yang bertugas di seluruh Jawa Tengah berkumpul di Semarang untuk mengikuti Peningkatan Kapasitas Askot dan Fasilitator lokasi Prioritas yang diselenggarakan dari tanggal 20-27 Juli 2017. Peningkatan kapasitas tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait pemutahiran data  baseline 100-0-100 berdasar Permen No 2 Tahun 2016, penguatan kelembagaan di tingkat pemda dan masyarakat,  penguatan kapasitas pendamping dalam menyusun memorandum program dan kegiatan infrastruktur serta mendorong terjadinya kolaborasi antar lembaga.

    Sebagaimana diketahui program Kotaku merupakan  sebuah program yang diinisiasi oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat demi membangun kolaborasi dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh demi mencapai kawasan kumuh 0% di tahun 2019. Kolaborasi perlu dilakukan karena masalah permukiman kumuh bersifat kompleks dan terkait dengan berbagai unsur yang ada di masyarakat. Oleh karena itu melalui kepedulian bersama diharapkan semua pihak mau terlibat dalam kegiatan tersebut. 

    Dalam acara pembukaan yang dilakukan di 3 tempat tersebut Kepala Satker PKP Provinsi Jawa Tengah memberikan pesan kepada peserta agar mengikuti pelatihan tersebut dengan bersungguh-sungguh yang nantinya akan digunakan sebagai modal dalam mendampingi masyarakat di masing-masing lokasi dampingan.  Kegiatan penguatan kapasitas ini sendiri dilaksanakan di Hotel Siliwangi, Hotel Puri Garden dan Hotel Grand Saraswati. 

    Selama 7 hari para peserta diajak untuk belajar tentang konsep kolaborasi,  penguatan kelembagaan pemda dan masyarakat, pengantar dokumen penanganan kumuh tingkat Kabupaten dan desa, serta praktek menyusun memorandum program penanganan kawasan kumuh di tingkat Kota/ Kabupaten dan tingkat Desa/ kelurahan.  Selain itu para peserta juga diberi penyegaran tentang manajemen konstruksi, KPP, Pengendalian KPI dan SIM, perhitungan luasan permukiman kumuh serta identifiksi kebutuhan pengembangan kapasitas di tingkat pemda dan masyarakat. 

    Melalui peningkatan kapasitas ini diharapkan semua pendamping dari posisi fasilitator, askot hingga koordinator kabupaten bisa mendapatkan bekal untuk melakukan penguatan kapasitas kembali kepada masyarakat di desa dampingan.  Mengingat juga dalam waktu dekat ini di tingkat masyarakat juga akan dilakukan penguatan kapasitas bagi masyarakat baik itu pemerintah desa/ kelurahan, BKM, relawan dan masyarakat.

    ,

    Silaturahmi GP Ansor ke PP Muhammadiyah: 
    Membangun Semangat Kebangsaan dengan Saling Bersinergi



    Silaturahmi GP Anshor Ke PP Muhammadiyah
    Silaturahmi GP Anshor. foto: www.suaramuhammadiyah.id
    Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor bersilaturahmi ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat pada hari ini Kamis (6/4) sekitar pukul 10.30 wib.  Dalam silaturahmi tersebut, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas datang bersama puluhan pengurus lain untuk berkunjung ke Pengurus Pusat Muhammadiyah. 

    Dari Pengurus Pusat Muhammadiyah sendiri, ikut menerima Ketua umum PP Muhammadiyah, Dr.Haedar Nashir (Ketum PP Muhammadiyah), Busyro Muqoddas, Prof.Suyatno, dan Dahnil Anzar Simanjuntak (Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah). 

    Di dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut,  Ketum PP GP Ansor menyampaikan sosialisasi tentang acara harlah Ansor ke-83, sekaligus membahas masalah kebangsaan yang sedang hangat pada saat ini.

    Di dalam sambutannya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir mengatakan bahwa spirit islam berkemajuan dan islam Nusantara harus di ambil persamaan atas spirit islam yg menjungjung tinggi kebersamaan dan semangat anak bangsa membangun  NKRI. Sehingga silaturahmi harus terus dilakukan  untuk  menemukan titik persamaan antar sesama ormas islam.
    “Jadikan perbedaan sebagai penguatan hubungan sesama kita. Kita harus perlu mencari banyak titik temu untuk perkuat semangat keislaman dan kebangsaan, kemudian saling menjaga nilai keislaman dan Keindonesiaan”, tambah Doktor dari UGM tersebut.

    Haedar juga berharap kepada GP Ansor untuk terus meningkatkan kerjasama dengan Pemuda Muhammadiyah dan kekuatan lainnya. 

    Salah satu pengurus PP GP Anshor Khoirul Anwar dalam kesempatan tersebut juga ikut menyampaikan, bahwa menurutnya umat islam sebagai satu keluarga. Kebangsaan harus ada Islam dan agama yang lain. Kebersamaan ini seakan dikaburkan oleh beragam kepentingan baik itu melalui terorisme maupun radikalisme.

    “Perlu kita tunjukan Muhammadiyah itu gak ada bedanya dengan NU yang membawa misi membangun semangat kebangsaan dengan saling bersinergi dalam membangun bangsa”, lanjut gus Anwar.

    Semoga saja kunjungan tersebut mempu memperkokoh tali silaturahmi di antara dua ormas terbesar di negara kita Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah sehingga mampu mengawal tegaknya negara kita. (Sumber: www.sangpencerah.id)



    ,

    Kendal Raih Juara I Pameran Produk Unggulan Dan Peluang Investasi Di Batam


     
    Kendal Raih Juara I Pameran Produk Unggulan Dan Peluang Investasi Di Batam
    Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki lokasi cukup strategis karena berada di jalur transportasi dan perekonomian utama di Pulau Jawa. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten kendal dalam meningkatkan perekonomian masyarakatnya adalah dengan mengembangkan kegiatan industri antara lain dengan membangun kawasan industri di Kaliwungu serta industri kecil di semua kecamatan
    .
    Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran untuk mengenalkan produk unggulan yang ada.  Produk - produk UMKM Kendal banyak mendapatkan perhatian oleh kalayak di setiap mengikuti pameran di berbagai kota. Salah satunya adalah ketika Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM mengikuti Pameran Produk Unggulan dan Peluang Investasi yang digelar Pemkot Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, 27 Maret 2017 di Mega Mall Batam Centre. Salah satu hal yang membanggakan adalah ketika banyak masyarakat Kota Batam yang menggemari beragam produk UMKM yang dipamerkan antara lain batik, cemilan dan bandeng tanpa duri. Bahkan dalam pameran tersebut, stand Pemerintah Kabupaten Kendal mampu meraih Juara I dari keseluruhan peserta pameran yang dinilai. 

    Menurut Kepala Diperinkop UMKM, Sutiyono, S.Sos, prestasi tersebut membuktikan Pemkab Kendal di bawah pimpinan Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si terus membangun di segala bidang khususnya perkonomian salah satunya lewat UMKM. Perkembangan dan kemajuan UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah ), menurut Sutiyono, semakin signifikan dengan tumbuhnya berbagai UMKM baru maupun UMKM lama yang dapat bertahan bahkan semakin maju. Pihaknya selaku OPD yang bertanggungjawab dalam pembangunan UMKM memberikan pembinaan yang kontinyu atau berlanjut dan sering mengikutkan UMKM di Kabupaten Kendal untuk mengikuti pameran di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga memberikan bantuan lewat permodalan bekerjasama dengan Bank Jateng lewat KUR denghan bunga yang cukup ringan untuk berproduksi. 

    "Pengembangan UMKM Kendal sedikit banyak mulai tampak geliatnya dengan kesuksesan pameran UMKM yang diikuti. Misi Pemkab Kendal adalah 'menduniakan UKMK Kendal' yang selama ini kurang dikenal," terang Sutiyono didampingi Kabid UMKM Cicik.

    "Berkat keras semua pemangku kepentingan, tentunya dengan arahan Bupati Kendal, UMKM Kendal mulai bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Kualitas produk UMKM asal Kabupaten Kendal diakui baik oleh masyarakat di pameran yang diikuti. Disamping itu harga yang ditawarkan relatif murah sehingga digemari," katanya. 

    Kabid UMKM di Diperinkop Kabupaten Kendal , Cicik menyampaikan bahwa dengan mengikuti berbagai event pameran dan promosi di berbagai daerah berdampak baik pada peningkatan produksi UMKM karena meningkatnya permintaan masyarakat atau konsumen yang puas dengan produk UMKM yang sebelumnya dibeli. 

    Mengikuti pameran UMKM lanjut Cicik merupakan salah satu sarana untuk memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Kendal. "Dalam waktu dekat juga akan digelar bazaar di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta untuk memperkenalkan produk UMKM Kabupaten Kendal. Selain itu juga dalam setiap kunjungan tamu - tamu Pemkab Kendal ( Bupati Kendal ) diberikan sajian produk makanan dan minuman produk UMKM Kendal dan juga diberikan sajian cindera mata pun dari UMKM Kendal," tuturnya (www.kendalkab.go.id)


    ,

     Gedung Kembar KH Ahmad Dahlan-KH Hasyim Ashari diresmikan Menag


    Gedung Kembar KH Ahmad Dahlan KH Hasyim Ashari
    Gedung Kembar  IAIN Salatiga. (foto: sugito)
    Kampus IAIN Salatiga Jawa Tengah akhirnya memiliki gedung baru, bukan hanya satu tapi ada dua gedung yang diresmikan oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Yang cukup menarik, Gedung kembar tersebut diberi nama Gedung KH. Ahmad Dahlan  dan Gedung. KH. Hasyim Ashari. Kedua gedung ini memiliki luas 15 hektar dan berdiri di atas tanah seluas 50 Hektar. Gedung yang akan mulai aktif pada Februari 2017 ini, digunakan untuk Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Dakwah, Pasca Sarjana, Kantor Rektorat, dan Akdemik.

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika meresmikan gedung kembar kampus tiga IAIN Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (27/01) ini mengapresiasi pembangunan gedung baru di kampus tiga IAIN Salatiga yang sumber dananya berasal dari SBSN. Kehadiran gedung ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kampus dan kepercayaan masyarakat terhadap IAIN Salatiga. Keberadaan dua gedung baru ini diperkirakan dapat menampung 5000 mahasiswa.

    Di hadapan civitas akademika IAIN Salatiga, Menag mengatakan bahwa Kementerian Agama terus berupaya melakukan peningkatan sarana pra sarana kampus berbasis SBSN. Ke depan, Kemenag akan meyakinkan Kementerian Keuangan, Bapenas dan stakeholder lainnya agar dana SBSN juga dapat digunakan untuk pembangunan lembaga pendidikan seperti madrasah dan pondok pesantren. Sebagaimana diketahui, gedung yang dibangun sejak 24 Juni 2015 ini, selesai pada 31 Desember 2016 dengan dana sebesar Rp90 Milar dengan 3 lantai. Lantai 1 Gedung KH. Hasyim Ashari digunakan untuk ruang administrasi dan rektorat. Sebagian lantai 2 dan 3 digunakan sebagai ruang kuliah.

    Dalam kesempatan itu, Menag juga memberikan kuliah umum tentang Peran PTKIN dalam Meneguhkan Kebhinekaan NKRI. Menurut Menag, PTKIN ke depan harus lebih fokus dalam menebarkan moderasi Islam dalam menjaga ke-Indonesiaan. Sebab, lanjutnya, hanya paham keagamaan yang moderatlah yang bisa mengawal bangsa majemuk agar tetap terjaga keutuhannya.

    PTKIN, kata Menag, menjadi entitas penting dan otoritatif untuk berbicara tentang moderasi Islam. Karena itu, sudah seharusnya PTKIN mengembangkan pusat moderasi Islam yang kaya dengan literatur serta dikaitkan dengan kondisi kekinian. Dengan begitu, generasi bangsa ke depan akan memiliki pemahaman yang luas tentang nilai kebhinekaan dan nilai Islam yang rahmatan lill alamin.

    Selain itu, PTKIN juga harus berkontribusi dalam perkembangan teknologi informasi. PTKIN dituntut mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana menyikapi dunia maya dan media sosial. Masyarakat membutuhkan wawasan tentang bagaimana menyikapi arus informasu yang demikian deras sehingga mereka terhindar dari sikap saling menghina, mencela, memaki, dan memecah belah bangsa.

    Rektor IAIN Salatiga Rahmat Hariyadi menegaskan komitmennya untuk memperluas peran dan kontribusi IAIN dalam menguhkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan. IAIN akan terus memberikan kesadaran dan pemahaman kepada mahasiswa dan stakeholders akan keberadaan mereka sebagai orang Indonesia yang beragama Islam bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia. (Kementerian Agama RI)

    ,

    Ikut Rayakan Imlek, Pelajar Lintas Agama lakukan Kegiatan Makan Bersama

    Botram Purwakarta
    Purwakarta yang merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang terkenal akan kerukunan warganya kembali membuktikan bahwa perbedaan kepercayaan bukanlah suatu penghalang untuk mewujudkan persatuan. Salah satu buktinya adalah ketika ratusan pelajar yang berasal dari berbagai latar belakang agama maupun keyakinan yang berbeda makan bersama atau "botram" di Bale Paseban, komplek pemerintah daerah setempat untuk merayakan Imlek.

    Kegiatan yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta tersebut bertujuan untuk meramaikan perayaan tahun baru China atau hari raya Imlek 2568 sekaligus mengajarkan kepada peserta tentang arti pentingnya keberagaman dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

    "Kegiatan "botram" tersebut digelar untuk meramaikan perayaan Hari Raya Imlek 2568," kata Bupati setempat Dedi Mulyadi, di Purwakarta.

    Di dalam kegiatan tersebut, diikuti oleh sekitar 500 pelajar yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada. Demi memanjakan para peserta, panitia pelaksana menjamu mereka dengan menyajikan menu makanan khas Purwakarta, Sate Maranggi.

    Di sela kegiatan tersebut, bupati sempat memanggil salah seorang pelajar keturunan Tionghoa untuk menceritakan kepada pelajar lain yang hadir tentang persiapan peringatan Hari Raya Imlek yang biasa dilakukan keluarganya.

    Pelajar keturunan Tionghoa SMA PGRI Purwakarta, David, menceritakan pengalamannya dari tahun ke tahun saat merayakan Imlek. Ia mengaku terkesan dengan kue keranjang dan angpao yang dibagikan dalam perayaan tersebut. Selain itu, dalam tradisi keluarga David, selalu diajarkan nilai-nilai yang terkandung dalam tata cara peribadatan agama yang mereka anut saat perayaan Tahun Baru Imlek ini.

    Kegiatan "botram" yang digagas bupati itu mendapat respon positif dari pemuka Agama asal Purwakarta, Habib Hasan Syu¿aib. Kiai yang menjadi sesepuh di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta mengatakan, tradisi saling hormat-menghormati perayaan tradisi maupun perayaan momentum keagamaan sudah tercipta sejak dulu di Purwakarta .

    Ia sempat mengatakan, tidak ada salahnya mengucapkan selamat atas perayaan tradisi ataupun perayaan keagamaan agama lain yang tidak dianut oleh pengucapnya.

    Sementara itu, kegiatan "botram" juga pernah digelar Pemkab Purwakarta saat peluncuran program membaca Kitab Kuning bagi pelajar beragama Islam dan pendalaman kitab agama sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut oleh para pelajar.

    (www.kompas.com)

    ,

    Kebijakan Pemberantasan Ilegal Fishing 
    antarkan Susi Pudjiastuti Raih gelar Doktor dari Undip



    Susi Pudjastuti Doktor
    Penyampaian Makalah oleh Susi Pudjiastuti  (Mustholih/Okezone)
    Pagi ini, sabtu 3 Desember 2016 merupakan hari yang bersejarah bagi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Salah satu menteri yang banyak menjadi pusat perhatian di Kabinet Presiden Jokowi karena gebrakannya yang “out of the box” tersebut mendapatkan gelar Kehormatan berupa Doktor Honoris causa dari Universitas Diponegoro Semarang.  Susi mendapatkan gelar tersebut atas besarnya jasa-jasa yang sudah dilakukannya terhadap bidang  perikanan dan kelautan di Indonesia.

    Meskipun tingkat pendidikan formal Menteri yang berasal dari Pangandaran Jawa Barat ini hanya lulusan SMP dan berhenti ketika kelas XI SMA, namun pihak  Senat Universitas Diponegoro yang memberikan kelar tersebut menganggap bahwa Susi berhak menerimanya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukannya secara langsung maupun tidak langsung sudah memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan bidang yang diembannya yaitu kelautan dan perikanan.
    “Secara akademik, metode yang dilakukan beliau lakukan (saat bertugas memimpin departemen yang diberi bhak untuk mengelola 2/3 wilayah negara kita ini) sangat runtut, rasional dan tepat,” kata Yos Johan Rektor Undip sebagaimana dirilis dari situs berita  www.tempo.co.

    Upacara penganugerahan Doktor Honoris Causa itu sendiri digelar oleh Senat Undip pada pukul 10.00 WIB di Gedung Prof Soedharto, Kampus Undip Tembalang. Di depan hadirin dan sejumlah guru besar Undip, Susi membacakan pokok-pokok pikirannya yang disusun dalam makalah berjudul Pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulates Fishing setebal 53 halaman. Beberapa hal yang bisa diambil dari pemaparannya tersebut vantara lain bahwa untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, permasalahan illegal, unreported, and unregulated fishing yang menjadi permasalahan utama pengelolaan kelautan dan perikanan harus dijawab dengan menegakkan 3 pilar pembangunan kelautan dan perikanan yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan.

    Kedaulatan perlu ditegakkan agar bangsa Indonesia dapat bebas menentukan nasibnya sendiri di laut. Adapun keberlanjutan memiliki arti penting bahwa kekayaan laut kita harus mampu menopang pembangunan nasional dan meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia sekarang maupun yang akan datang. Sedangkan kesejahteraan berarti pembangunan kelautan dan perikanan harus mampu mencapai tujuan negara sesuai amanat alenia keempat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Kesejahteraan yang vinngin dicapai bukan hanya berkaitan dengan penghasilan ekonomi yang meningkat, tapi juga perbaikan dalam semua unsur kehidupan nelayan termasuk human security.

    Sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan sendiri ketika diwawancarai oleh sejumlah wartawan menyatakan bahwa Beliau merasa tersanjung dengan gelar yang diberikan kepadanya. Gelar tersebut dianggapnya sebagai amanah yang harus diemban dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.  Pada saat komunikasi awal terkait pemberian gelar tersebut, semula Susi merasa tidak pantas, sehingga pihaknya meminta Undip melakukan uji kompetensi terlebih dahulu. Permintaan tersebut disanggupi oleh Undip dengan mengirimkan Tim penguji untuk datang ke rumahnya untuk melakukan tanya jawab. Dan hasilnya Ibu Menteri mendapatkan nilai sembilan atau setara dengan gelar doktor dan diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    Dan satu hal yang menarik dari sosok menteri wanita yang penuh kontroversial ketika menjalankan tugas ini adalah pernyataannya bahwa dia akan tetap biasa saja setelah ia menerima gelar honoris causa. Harapannya yang lain adalah agar gelar yang diperolehnya tersebut bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang yang ingin memajukan Indonesia namun pernah terkendala masalah pendidikan.

    ,

    Delapan Desa di Kabupaten Pohuwato 
    Jadi Percontohan Program Desa Online.


    Program Desa Online
    Program Desa Online yang di inisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI merupakan program yang bertujuan untuk untuk meningkatkan transparansi dan memudahkan akses informasi desa. Hal tersebut merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.  Dengan ananya desa online, diharapkan bisa mempromosikan tentang segala informasi  yang ada di desa  baik itu potensi desa, produk unggulan desa, dan perkembangan pembangunan desa bisa dipromosikan dan diakses dengan mudah.

    Di Kabupaten Pohuwato Propinsi Gorontalo, terdapat delapan desa yang menjadi percontohan program desa online.  Semua desa itu adalah desa yang penduduknya merupakan warga transmigrasi asal berbagai daerah di pulau Jawa, Bali, serta warga lokal antara lain desa Panca Karsa 1, Panca Karsa 2, Malango, Makarti Jaya, Tirto Asri, Kalimas, Puncak Jaya di Kecamatan Taluditi dan Desa Manunggal Karya di Kecamatan Randangan.

    Salah satu keunggulan yang dimiliki kedelapan desa tersebut antara lain kepemilikan website desa sesuai dengan nama desa masing-masing.  Salah satu desa yang memiliki website tersebut adalah desa Tirto Asri dengan alamat website  www.tirtoasri.desa.id yang mulai menampilkan kegiatan dan potensi desanya. Demikian juga desa-desa yang lain.

    “Kami dilatih untuk menggunakan aplikasi internet oleh Kementerian Kominfo untuk pembuatan website dan cara menulis berita atau informasi untuk mengisi website,” kata Mariana (24), operator profile desa Panca Karsa 1, Minggu (27/11/2016)sebagaimana dirilis oleh kompas.com.

    Dalam website yang dikelola Mariana ini menampilkan profil desa Panca Karsa dan potensinya. Produk unggulan dan potensi desa di kawasan transmigrasi yang dipublikasikan ini diharapkan dapat mengangkat perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakatnya. Di desa-desa itu, sektor pertanian dan peternakan menjadi unggulan warganya. Selain itu keindahan alam dan budayanya juga diharapkan akan mendorong sektor pariwisata.

    Agar  pengelolaan website dapat berjalan dengan baik dan profesional, para pengelola atau admin secara rutin mendapat pembekalan dari Kementerian Kominfo, dan yang terbaru para operator website juga mendapat pelatihan jurnalisme warga dari Burung Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang konservasi. 
    Semoga program desa online tersebut dapat ditiru oleh seluruh desa yang ada di Indonesia, sehingga arus informasi dari daerah-daerah bisa diakses oleh semua orang dari seluruh Indonesia maupun seluruh dunia. Selain itu semua potensi yang ada di desa juga bisa diketahui oleh publik sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana. 

    Sumber: www.kompas.com



Top